Januari 2023

8 Perintah Penting Untuk Memasuki Tahun Baru

Jan 01, 2023

(Pembacaan Alkitab: Filipi 4:1-9)

01 January 2023

Paulus menulis surat ini ketika sedang dipenjara, dan kalau kita renungkan rasanya ini sesuatu yang tidak mungkin, karena surat ini tidak berisi keluhan, tangisan atau masalah, melainkan justru yang Paulus tulis adalah kalimatkalimat berhikmat yang memberikan kekuatan. Kalau bagi orang-orang, penjara adalah tempat yang sangat menakutkan, sampai harus dikejar-kejar untuk masuk penjara, Paulus màsuk penjara bukan karena korupsi atau melakukan kejahatan lainnya, melainkan karena memberitakan Injil. Ketika Paulus berada dalam tekanan dan penderitaan, ia tahu bahwa akhir hayatnya akan segera tiba, tapi ada hal-hal menarik yang ingin Paulus sampaikan dan ingatkan kepada setiap jemaat Tuhan.

8 perintah penting yang dimaksudkan Paulus adalah:

  1. Ayat 1. Teguh berdiri. Mengapa perintah pertama yang Paulus sampaikan bukan berbicara tentang iman, kekudusan, lahir baru atau percaya kepada Yesus? Paulus menulis kepada jemaat di Filipi yang sudah bertobat, lahir baru, beriman dan melakukan Firman. Banyak orang berpikir, kalau saya sudah bertobat, lahir baru dan melakukan semua yang Tuhan perintahkan, seharusnya saya tidak punya masalah lagi. Paulus mau mengingatkan bahwa kita masih harus menghadapi masalah tapi tetaplah teguh berdiri. Teguh berdiri artinya tidak menyerah dan putus asa melainkan maju terus dalam iman sampai Tuhan menyatakan kuasa pertolongan-Nya
  2. Ayat 2. Sehati sepikir. Dunia ini penuh dengan perbedaan; di mana-mana kita akan menjumpai perbedaan dan di dunia ini ada tiga kelompok manusia yaitu: yang di atas kita, yang sama dengan kita, dan yang di bawah kita. Jika ada orang yang di atas kita, belajarlah sesuatu dari dia. Jika Tuhan menempatkan kita dengan orang yang sama dengan kita, bergandengan tanganlah dengan dia. Kalau ada orang yang di bawah kita, ulurkanlah tangan untuk mengangkat dia supaya hidup kita menjadi berkat.
  3. Ayat 3. Berjuang demi Injil. Kita tidak perlu membela kebenaran karena apa pun kata orang kita tetap percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Orang boleh mengatakan apa pun tentang Yesus tapi akan tiba saatnya ketika "bertekuk lutut segala yang ada dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan."" Berjuang demi Injil artinya kita hidup di dalamnya, melakukan Firman dan berbicara, bersaksi tentang apa yang kita alami dan rasakan. *
  4. Ayat 4. Bersukacita di dalam Tuhan. Paulus berada di penjara tapi justru dia yang mengingatkan umat Tuhan di luar penjara agar bersukacita senantiasa. Sukacita bukanlah harus tertawa; banyak orang yang tertawa tapi tidak bersukacita; ada orang yang bersukacita walaupun tidak tertawa. Orang yang bersukacita tidak selamanya harus tertawa karena sukacita adalah suasana hati, bukan perasaan melainkan perintah; sukacita adalah pilihan, bukan keadaan.
  5. Ayat 5. Menyatakan kebaikan hati. Kebaikan hati kita janganlah hanya dapat diketahui melainkan harus dapat dirasakan oleh orang lain. Jika ada sesuatu yang Roh Kudus gerakan dalam hati kita, janganlah hanya diam melainkan berbuat sesuatulah sehingga tahun yang akan datang menjadi tahun di mana lebih banyak karya yang akan kita kerjakan demi Tuhan sehingga "bertekuk lutut segala yang ada...dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan.""
  6. Ayat 6. Jangan khawatir. Kekhawatiran bukanlah masalah orang berdosa atau orang tak beriman saja, melainkan juga menjadi masalah umat Kristiani; terkadang kekhawatiran juga meliputi orang yang sudah bertobat dan menerima Yesus. Kekhawatiran adalah motor penggerak dalam hidup kita yang menjadikan kita mengambil keputusan yang keliru, karena orang yang khawatir mudah kompromi dan putus asa. Banyak keputusan keliru yang kita ambil bukan karena kita bodoh atau tidak berdoa, melainkan karena kita khawatir.
  7. Ayat 8. Menjaga pikiran. Ketika setan menganggu Hawa, setan tidak langsung mengatakan: "Petik saja buah itu dan makanlah." Setan tidak langsung tertuju pada bagaimana Hawa akan memakan buah itu, melainkan berbicara tentang kwalitas buah itu ("pada waktu kamu memakannya...kamu akan menjadi seperti Allah"). Iblis memasukan sesuatu terlebih dulu ke dalam pikiran Hawa; jadi sebelum Hawa memakan buah itu, sebetulnya Hawa sudah jatuh di dalam dosa, yaitu ketika ia memasukkan sampah ke dalam pikirannya. Sampah dalam pikiran antara lain adalah: Kebencian, Ambisi dunia, Hawa nafsu dunia
  8. Ayat 9. Melakukan Firman Tuhan. Rasul Paulus mengatakan: "Apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu."Artinya, sekalipun kita sudah bertobat, menerima Yesus dan mendengarkan banyak Firman serta tahu semua yang baik, selama kita tidak melakukannya, maka semuanya itu tidak banyak berarti.


Banyak Firman Tuhan dan hal-hal baik yang sudah kita dengar dan kita ketahui, banyak pengalaman-pengalaman indah yang sudah kita alami bersama Tuhan, pengalaman yang menyenangkan maupun pengalaman yang menyedihkan, tapi semuanya itu takkan terlalu berarti kalau kita tidak memberikan respons yang benar dengan melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Kunci untuk meraih kemenangan dan janji-janji Tuhan di tahun baru ini adalah ketaatan untuk melakukan setiap perintah Tuhan. Amin!