Seteru Salib
(Pembacaan Alkitab: Filipi 3:17-21; 4:1)
Berbicara tentang salib maka ada berbagai pandangan: ada yang menyenangi salib karena menganggap bahwa salib tak dapat dipisahkan dari kasih, bahwa pada salib itu ada Seorang yang mau mati bukan karena manusia baik melainkan justru demi keselamatan manusia yang berdosa. Bagi sebagian orang, salib adalah segala-galanya: karena salib aku diselamatkan, karena salib dosaku diampuni, dan karena salib aku dibenarkan. Saya percaya demikianlah sikap yang benar tentang salib: bahwa karena salib kita diangkat sebagai anak Allah. Saya percaya bahwa pada salib ada pengharapan dan kepastian bahwa yang sakit disembuhkan, yang lemah dikuatkan dan yang susah dihiburkan.
Siapa yang Paulus maksudkan seteru salib? Seteru salib bukanlah sekadar orang yang tidak percaya, karena orang tidak percaya karena tidak mengerti; yang Paulus maksudkan adalah orang yang sudah mendengar dan mengerti tapi tetap menjadi seteru salib. Jadi seteru salib itu:
- Orang yang tidak peduli terhadap kuasa salib Kristus. Artinya, ia sudah mengenal, sudah tahu kebenaran, tapi tidak peduli terhadap kuasa salib itu. Artinya ia tidak mau membuka hati untuk itu. Banyak orang menyebut dirinya Kristiani tapi pertanyaannya adalah, apakah ia sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan? Berbicara tentang salib, berarti kita bertobat, menyerahkan hidup kepada Tuhan. Hendaklah kita menjadi orang-orang yang menghargai salib Kristus karena kita ada sebagaimana kita ada hanya karena darah Kristus yang tertumpah bagi kita.
- Orang yang tetap berbuat dosa meskipun sudah mengalami kuasa salib. Artinya, orang yang sudah mengalami mujizat, sudah berkomitmen kepada Kristus, tapi tetap hidup dalam dosa; itu sama saja dengan tetap menolak salib Kristus, tetap seteru salib Kristus.
- Orang yang tidak siap memikul salib. Artinya orang yang mau menerima berkat, mau menerima mujizat, mau menerima kemenangan, tapi ketika diperhadapkan dengan tantangan, ia menjauh lagi dari Tuhan, bersungut-sungut kepada Tuhan, menjadi kecewa dan bahkan meninggalkan Tuhan. Orang seperti itulah seteru salib Kristus karena tidak siap memikul salib.
- Orang yang tidak menjadikan salib sebagai tujuan hidupnya. Salib hanya dianggap pajangan; tujuan hidupnya tetap saja menumpuk kekayaan. Orang seperti itu memakai salib hanya demi kepentingannya sendiri. Tapi bagi kita yang percaya, salib adalah tujuan hidup.
Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan, apa pun persoalan yang Saudara hadapi saat ini, janganlah menjadi seteru salib Kristus. Janganlah memakai salib hanya demi kepentingan sendiri. Ingat, salib itulah tujuan hidup kita, karena ketika disalibkan itulah Kristus menjadi kutuk karena kita, supaya hidup kita menjadi berkat. Karena kita Kristus menjadi miskin sekalipun la kaya, supaya kita menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya; karena kita Kristus rela turun dari sorga supaya kita bisa naik ke sorga, masuk ke dalam kemuliaan-Nya, dan hidup dalam kemenangan demi kemenangan. Amin!


