Tahun Yang Dimahkotai Tuhan
(Pembacaan Alkitab: Mazmur 65:1-14)
Apa artinya Tuhan memahkotai tahun dan mengapa Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memahkotai tahun? Biasanya yang kita tahu adalah manusia yang dimahkotai. Tapi Alkitab mengatakan bahwa Allah memahkotai tahun. Ada beberapa pengertian mendalam yang dimaksud:
- Allah menjadi raja bagi kita. Bicara tentang mahkota berarti bicara tentang kerajaan. Allah memahkotai tahun artinya dalam tahun itu atau dalam kurun waktu itu Allah mau menjadi Raja dan Tuhan dalam hidup kita. Karena Allah yang menjadi raja atas hidup kita, maka Allah mau mengatur hidup kita. Banyak orang memang melibatkan Tuhan tapi tanpa sadar hanya melibatkan Dia sebagai Penolong. Kita meminta tolong hanya ketika kita merasa perlu, dan jika Tuhan tidak mengerjakan seperti yang kita harapkan maka kita marah dan kecewa. Jikalau Tuhan yang menjadi Raja dalam hidup kita maka Tuhan yang mengatur hidup kita dan Dia yang mengendalikan hidup kita; bukan hanya menjadi Penolong dalam hidup kita melainkan juga Raja yang memerintah atas hidup kita. Ketika kita meminta pertolongan Tuhan seringkali permintaan kita keliru, tapi Tuhan yang menyediakan pertolongan bagi kita tidak pernah keliru, karena apa yang la sediakan pasti yang terbaik bagi kita.
- Allah bertanggung jawab dalam segala sesuatunya untuk hidup kita. Apa artinya Allah menjadi Raja? Allah itu bukan hanya memerintah melainkan juga bertanggung jawab atas:
- Keamanan kita
- Kebutuhan kita.
Tuhan memahkotai tahun artinya: keluarga kita, bisnis kita, pekerjaan kita, semua diberkati oleh Tuhan, dan jika Tuhan yang memahkotai hidup kita maka air mata takkan memahkotai kita. Banyak orang mengalami keputus-asaan karena bukan Tuhan yang memahkotai hidupnya melainkan penderitaan, kegagalan dan kesulitan. Bagaimana agar kita mengalami tahun-tahun yang dimahkotai Tuhan?
Ayat 2-4. Jika kita memandang hidup ini sebagaimana Allah memandangnya. Hidup ini bukanlah sekadar apa yanga saya jalani, melainkan juga bagaimana kita memandangnya. Bagaimana kita memandang hidup ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana kita menjalaninya. Kalau kita memandang hidup ini sebagai sesuatu yang berat dan sukar, maka kita akan menjalaninya dengan susah payah; tapi kalau kita memandang hidup ini sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka kita akan menjalaninya dengan sukacita. Bagaimana kita menjalani hidup ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita memandangnya. Ada tiga cara pandang yang keliru:
- Selalu menengok ke belakang
- Memandang segalanya dari sudut yang negatif
- Memandang segalanya dengan keputus-asaan.
Kita harus memandangnya sebagaimana Allah memandangnya, yaitu :
- Selalu memandang ke depan
- Memandang segalanya dari sudut yang positif
- Memandang segalanya dengan semangat dan kepastian.
Ayat 5. Jika kita menyadari panggilan Allah dalam hidup kita. Bukan kita yang memilih Tuhan melainkan Tuhan yang memilih kita. Tuhan memilih kita bukan karena kita baik atau karena kita kaya melainkan karena Tuhan tidak tahan melihat kita dijajah oleh setan. Tuhan memandang kita dalam kuasa kemuliaanNya, melepaskan kita dan memilih kita sebagai alat dalam tangan-Nya. Ketika kita sadar bahwa kita dipilih oleh Tuhan dari kekelaman, kita harus mempunyai tekad; karena saya dipilih oleh Tuhan maka saya harus tetap setia kepada Tuhan.
Ayat 6-9. Jika kita tetap percaya mujizat Tuhan dalam hidup kita sehingga kita selalu bersukacita. Tahukah Saudara, bahwa 85% keributan dalam keluarga disebabkan karena stress, bukan karena ketidak-cocokan? Orang menjadi stress karena tidak percaya mujizat. Percaya mujizat artinya berbuat yang terbaik dan menyerahkan yang selebihnya kepada Tuhan. Kekuatan kita ada batasnya dan kalau kita melewati batas itu kita menjadi stress; karena itu kita kerjakan saja sampai batas kekuatan kita, lalu yang selebihnya kita serahkan kepada Tuhan.
Mujizat artinya Allah sanggup mengubah kutuk menjadi berkat, sanggup mengubah hal yang menyebalkan menjadi menyenangkan, sanggup mengubah hal yang pahit menjadi manis, sehingga kita dapat mengatakan tahun-tahun hidupku adalah tahun-tahun yang dimahkotai oleh Allah.
Allah memang merancangkan tahun-tahun hidup kita menjadi tahun-tahun yang dimahkotai, tapi bukan berarti tidak ada masalah, tantangan dan pergumulan. Tahun yang dimahkotai Tuhan artinya setiap masalah yang terjadi pada tahun itu pasti ada jalan ke luarnya, setiap pertandingan pasti berbuahkan mahkota kemenangan, setiap pergumulan pasti mendatangkan mujizat dan perkara besar. Jikalau Tuhan yang memahkotai tahun-tahun hidup kita, maka tantangan dan pergumulan seberat apa pun takkan menjadikan kita takut dan khawatir, karena Allah adalah Raja yang menjamin keselamatan kita, mengatur dan bertanggung jawab atas hidup kita. Amin!


