April 2023 Orang Kudus Filipi Menang Setiap Hari

Orang Kudus Di Istana Kaisar

Apr 13, 2023

(Pembacaan Alkitab: Filipi 4:21-23)

Kalau kita pelajari dan kita ambil contoh kisah Daniel, ia adalah seorang yang berketetapan hati untuk tidak menajiskan dirinya, seorang yang hidupnya suci. Di mana ia berada? Di istana raja. Lalu Yusuf, seorang yang takut berbuat dosa, seorang yang hidup dalam kebenaran. Di mana ia berada? Di rumah Potifar dan kemudian Tuhan mengangkat dia menjadi orang kepercayaan raja Mesir. Lalu juga Daud, seorang yang berkenan di hati Allah. Di mana ia berada? Bertahuntahun ia berada di istana Saul dan kemudian Tuhan mengangkat dia menjadi raja menggantikan Saul. Jadi tempat orang kudus bukan hanya di bait Allah, melainkan, di mana pun Allah mau memproses dia.


Ayat 22 dalam bacaan Kitab Suci hari ini mengatakan "Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar." Dari kalimat ini menarik untuk kita pelajari, apa saja yang Tuhan mau kita mengerti:

  1. Seseorang disebut kudus bukan karena di mana ia berada melainkan karena cara hidupnya. Untuk apa seseorang berada di istana Kaisar, berada dalam parlemen, menduduki jabatan yang strategis, kalau ia tetap hidup tidak benar, korupsi dan sebagainya? Jadi seseorang disebut kudus bukan karena di mana ia berada melainkan karena cara hidupnya. Hidup Kristiani adalah hidup yang bertanggung jawab; Alkitab mengatakan, "Kamu adalah terang dunia."
  2. Ketika Tuhan menempatkan orang kudus, itu pasti ada maksudnya. Mengapa Tuhan menempatkan Yusuf di istana raja Mesir? Untuk membawakan damai sejahtera, untuk membawakan kelimpahan, karena pada waktu itu dunia dilanda tujuh tahun kelimpahan lalu tujuh tahun kekeringan. Karena ada orang benar (Yusuf) di istana raja, yang diberikan hikmat yang luar biasa, selama tujuh tahun masa kekeringan pun, bangsa yang dipimpin tetap mengalami berkat Allah yang luar biasa. Jadi Tuhan menempatkan orang kudus pasti ada maksudnya.
  3. Kepada orang kudus yang ditempatkan di tempat-tempat penting dituntut tanggung jawab yang besar. Alkitab mengatakan, "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut." Terkadang kita mudah berkomentar, “Enak ya ia diangkat ke posisi yang baik," bahkan, tidak sedikit yang ini. Sebagai hamba Allah perlu saya tekankan, bahwa kepada orang kudus yang ditempatkan di tempat-tempat penting, dituntut tanggung jawab yang besar.
  4. Orang kudus di tempat-tempat penting harus tetap bekerjasama dengan orang kudus di tempat lain. Artinya kita harus saling bergandengan tangan; jangan sampai ada dikotomi mayoritas versus minoritas. Ada orang yang berpikir, "Aku kan orang yang diberkati Tuhan; aku punya banyak pengikut. Engkau siapa?" Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa superior.


Sudah saatnya bangsa kita tidak lagi dipecah-belah oleh konsep mayoritas versus minoritas; sudah saatnya kita saling bergandengan tangan, sebab kita saling membutuhkan. Mari kita saling mendukung satu sama lain, karena "apabila saudarasaudara diam bersama dengan rukun...ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya." Amin!