Takut Akan Tuhan
(Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 5:11-21)
Takut akan Tuhan bukanlah sesuatu yang mudah dimengerti; kalau kita mau jujur istilah ini menimbulkan banyak pertanyaan. Banyak orang bertanya-tanya, apa artinya takut akan Tuhan? Apakah kalau melihat Tuhan saya harus ketakutan? Takut akan Tuhan berarti respect, takut akan Tuhan berarti menghormati Dia, takut akan Tuhan berarti kalau saya salah saya harus minta ampun tapi kalau saya benar saya akan akrab dan dekat serta melekat kepada-Nya. Demikianlah arti takut akan Tuhan. Alkitab mengajarkan agar kita takut akan Tuhan, karena hati yang takut akan Tuhan menjadikan kita melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.
Dari ayat bacaan hari ini dapat kita lihat apa yang Paulus mau jelaskan tentang memiliki hati yang takut akan Tuhan. Lalu, apa konkritnya wujud hati yang takut akan Tuhan?
- Orang yang takut akan Tuhan akan menjaga hatinya (ayat 11). Orang yang takut akan Tuhan selalu menjaga hatinya. Tuhan tidak tertarik dengan wajah Saudara, dengan kemampuan Saudara, melainkan tertarik dengan hati Saudara. Saudara boleh aktif sebagai pelayan di gereja, itu baik, tapi yang Tuhan mau lihat apakah hati Saudara betul melayani Tuhan atau hanya ingin dilihat orang. Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan, milikilah hati yang bersih, jangan munafik dan jangan egois, jangan balas yang jahat dengan yang jahat. Jangan lupa: perbuatan yang jahat dimulai dari hati yang jahat.
- Orang yang takut akan Tuhan menguasai diri (ayat 12-13). Alkitab mengajarkan, "Kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." Artinya, kalau kita tidak bisa menguasai diri kita takkan bisa tenang dan kalau kita tidak bisa tenang kita takkan bisa berdoa. Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang bisa berkata "Tidak" kepada sesuatu yang salah.
- Orang yang takut akan Tuhan tidak menilai orang dengan ukuran manusia (ayat 14-16). Artinya tidak menghakimi orang lain, tidak mencari kesalahankesalahan orang lain, karena kita takut akan Tuhan. Banyak orang hari-hari ini senang mencari kesalahan orang lain. Jadi kalau kita punya hati yang takut akan Tuhan, kita takkan menilai orang dengan ukuran manusia.
- Orang yang takut akan Tuhan slap menjadi utusan Kristus (ayat 20). Orang yang takut akan Tuhan siap menjadi hamba Tuhan, menjadi orang yang diperintahkan oleh Tuhan untuk berbuat sesuatu bagi bangsa ini, bagi orang-orang di sekitarnya di mana ia berada.
Sebagai orang yang telah diselamatkan Tuhan, hendaklah kita memiliki hati yang takut akan Tuhan, sehingga di mana pun Saudara berada, Saudara selalu berjalan dalam kemenangan, dan kuasa serta kemuliaan Kristus selalu terpancar dalam hidup Saudara. Amin!


