Berkecukupan Dalam Segala Sesuatu
(Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 9:6-15)
AIkitab bukan hanya menjanjikan bahwa kita yang percaya akan senantiasa berkecukupan melainkan juga berkecukupan dalam segala sesuatu. Banyak orang berkecukupan secara materi tapi rumahtangganya tidak bahagia; banyak orang berkecukupan secara materi dan rumahtangganya bahagia tapi tubuhnya sakit-sakitan. Nah, janji Tuhan bukanlah bahwa kita yang percaya akan senantiasa berkecukupan atau berkelimpahan melainkan juga meliputi segala sesuatu, berkecukupan dalam segala sesuatu.
Dalam bacaan hari ini, Paulus menggambarkan janji Tuhan bagi kita jika kita melakukan Firman-Nya dengan sungguh-sungguh. Lalu apa artinya berkecukupan dalam segala sesuatu?
- Memiliki kekuatan untuk bersyukur dalam segala perkara. Berkecukupan dalam segala sesuatu bukanlah berarti tidak ada masalah. Orang yang bersyukur adalah orang yang hidupnya cukup. Persoalannya, kita cenderung cukup dulu baru bersyukur. Padahal kalau kita tunggu cukup dulu baru bersyukur, kita takkan pernah merasa cukup dan malah akan selalu merasa kurang. Sebaliknya, kalau kita tahu bersyukur, kita akan puas, kita akan merasa cukup.
- Selalu dapat memandang hidup dari sudut positifnya. Ini yang menjadikan kita merasa berkecukupan, karena kita memandang masalah hidup, persoalan-persoalan hidup, bukan dari sudut negatifnya melainkan dari sudut positifnya. Hidup ini seumpama dua sisi mata uang, tergantung dari mana kita memandangnya. Kita merasa lemah, merasa kecewa dan merasa hidup ini berat karena selalu memandang dari sudut negatifnya.
- Memiliki semangat untuk memberkati orang lain. Ketika kita memiliki semangat untuk memberkati orang lain, kita akan memiliki sesuatu untuk kita berikan. Dan ketika kita memiliki semangat untuk memberkati orang lain dengan apa yang ada pada kita, Tuhan akan tambahkan; tapi ketika kita egois, kekayaan sebanyak apa pun akan terasa tidak cukup-cukup untuk kita memberkati orang lain.
- Memiliki kerinduan untuk senantiasa dekat dengan Allah. Orang yang memiliki kerinduan untuk senantiasa dekat dengan Allah itulah yang berkecukupan dalam segala perkara, karena dia tahu apa yang dunia tidak punya sedangkan dia punya, yaitu persekutuan yang manis dengan Allah melalui Kristus Yesus.
Pergumulan apa pun yang Saudara alami, bukanlah alasan untuk tidak bersyukur. Bukan masalah kita yang terlalu besar, bukan berkat kita yang terlalu kecil, melainkan apakah kita mengerti janji Tuhan bahwa sesungguhnya kita adalah orang-orang yang berkecukupan dalam segala perkara. Ketika kita tahu bersyukur maka hidup kita akan berkelimpahan dalam segala sesuatu, dan kita akan selalu hidup dalam kemenangan, kepastian, mujizat yang Tuhan janjikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia. Amin!


