Apakah Tuhan Mau?
(Pembacaan Alkitab: Lukas 5:12-16)
07 January 2023
Tentu kita semua percaya bahwa bagi Allah tidak ada perkara yang mustahil, dan kita tahu bahwa Allah sanggup mengerjakan mujizat, tapi seringkali setan menipu banyak orang percaya sehingga berpikir, betul Tuhan mampu mengerjakan banyak mujizat, betul Tuhan mampu, tapi untuk saya apakah Tuhan mau menolong saya, untuk masalah saya apakah Tuhan mau mengerjakan mujizat? Lewat renungan kita hari ini, kita akan mengerti bahwa Tuhan bukan hanya mampu menolong kita melainkan juga mau mengerjakan mujizat dalam hidup kita.
Dalam bacaan Kitab Suci tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta, kita melihat bahwa Yesus tidak banyak bicara dahulu baru bertindak, melainkan bertindak dahulu baru bicara. Yesus tidak tertarik menjawab pertanyaan orang yang sakit kusta itu melainkan mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir.". Mengapa Yesus mau?
- Yesus mau karena mengasihi. Yesus mau bertindak, Yesus mau mengadakan mujizat karena ada kasih yang menggerakkan-Nya. Ia tidak tahan melihat orang menderita, tidak tahan melihat rumahtangga kita berantakan, tidak tahan melihat masa depan kita hancur, karena itu, asal kita mau merendahkan diri, berseru dan meminta pertolongan-Nya, la pasti mau bertindak, pasti mau mengulurkan tangan-Nya untuk menolong dan menyelamatkan hidup kita, karena la mengasihi kita.
- Yesus mau karena Dia mampu. Banyak orang mau tapi tidak mampu, banyak orang ingin tapi tidak bisa. Untuk apa seseorang mau tapi tidak mampu? Jika hanya ada kemauan tapi tidak ada kemampuan maka hal itu takkan berarti apaapa. Yesus tidak hanya mau melainkan juga mampu mengerjakan perkara-perkara dahsyat dalam hidup kita.
- Yesus mau karena la ingin kita memuliakan Bapa. Seandainya orang kusta itu tetap dalam keadaan kustanya tentu ia akan terus berada dalam kesedihan, penuh air mata dan penderitaan; tapi waktu ia disembuhkan maka hal pertama yang ia lakukan adalah memuliakan Allah, bersorak-sorai, karena secara manusia ia sudah tidak mungkin sembuh dari penyakitnya, tapi waktu Yesus mengerjakan sesuatu yang luar biasa, ia memuliakan Bapa. Dunia ini membutuhkan orangorang yang hatinya tertuju kepada Bapa, dunia ini membutuhkan orang-orang yang tahu bersyukur dan berterima kasih karena banyak hal baik yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.
Kita tidak perlu stress dan tertekan menjalani hidup ini, tidak perlu memberontak terhadap siapa pun, apalagi menyalahkan Tuhan. Memang betul keadaan yang terjadi seringkali tidak seperti yang kita harapkan, tapi kita harus tetap konsisten dengan iman kita, jangan lemah, jangan putus asa, jangan kecewa dan tanamkan dalam roh kita bahwa Yesus mau menolong kita dan Yesus mau mengadakan mujizat dalam hidup kita. Amin!


