Diperdamaikan
(Pembacaan Alkitab: Kolose 1:15-23)
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak mempunyai damai sejahtera akibat dosa dan kesalahannya. Alkitab mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Sejatinya manusia berpotensi untuk mengalami da damai sejahtera; sayangnya manusia telah kehilangan damai sejahtera itu akibat dosa dan kesalahannya. Itulah sebabnya Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk memperdamaikan kita dengan diri-Nya, sehingga kita bisa kembali hidup damai sejahtera bersama Allah.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, bacaan Kitab Suci hari ini mengatakan, "Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya." Berarti Kristus datang untuk memperdamaikan.
Pertanyaannya, mengapa kita perlu diperdamaikan? Dengan siapa kita perlu diperdamaikan?
- Karena dosa, kita menjadi seteru Allah. Alkitab mengatakan, "Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga la tidak mendengar, ialah segala dosamu." Berarti dosalah yang menjadikan manusia terpisah dari Allah, karena Allah itu kudus, Allah itu mulia. Itulah sebabnya Allah mengutus Kristus yang adalah Firman-Nya sendiri.
- Karena kita bermusuhan dengan sesama akibat keegoisan kita, akibat kesombongan kita. Kita iri melihat sesama, kita mau bersaing dengan sesama, kita merasa diri yang paling baik. Tapi ketika kita menyadari anugerah Allah, merasakan jamahan-Nya, kita tinggalkan keegoisan kita dan kesombongan kita, dan mulai belajar memahami sesama, mulai menerima sesama apa adanya, sehingga kita menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada.
- Karena kita bermusuhan dengan diri kita sendiri akibat rusaknya gambar diri. Jadi karena dosa, kita bermusuhan dengan Allah; karena keegoisan dan kesombongan, kita bermusuhan dengan sesama; dan karena rusaknya gambar diri, kita bermusuhan dengan diri sendiri. Tidak sedikit orang yang merusak dirinya sendiri, misalnya dengan menjual diri, terlibat dengan obat terlarang, menggugurkan kandungan dan segala perbuatan yang merusak dirinya sendiri.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, apa pun yang menjadi pergumulan Saudara saat ini, percayalah kepada Kristus yang telah memperdamaikan kita dengan Bapa. Ketika kita hidup damai dengan Allah, kita akan hidup bersama Dia dengan penuh kemenangan. Amin!


