Sikap Seorang Pelayan Tuhan
(Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 7:2-4)
Semua orang bisa saja mengaku "Saya ini hamba Allah," semua orang bisa saja mengaku dirinya hamba Tuhan, karena memang setelah diselamatkan setiap kita sesungguhnya adalah hamba Tuhan. Jadi bukan hanya pendeta yang adalah hamba Tuhan; seseorang bisa hidup sebagai hamba Tuhan tanpa menjadi Pendeta. Tapi saya khawatir banyak Pendeta tidak hidup sebagai hamba Tuhan karena punya agenda sendiri, punya aturan sendiri, jalan sendiri dan tidak hidup menurut agenda dan rencana Tuhan. Jadi yang benar adalah setiap kita yang percaya adalah hamba Tuhan bukan karena sebutannya melainkan karena sikap hidup kita.
Dari bacaan hari ini, dapat kita lihat sikap seorang pelayan Tuhan yang sangat luar biasa. Apa sikap yang ditunjukkan oleh Paulus?
- Menghindarkan perbuatan salah (ayat 2). Hidup Kristiani sebenarnya adalah menghindarkan perbuatan salah: bukan semata-mata memikirkan kepentingan sendiri melainkan juga memikirkan kepentingan orang lain; bukan semata-mata memikirkan keuntungan sendiri melainkan juga bagaimana agar bisa menjadi berkat bagi orang lain. Nah, Roh Kudus dapat memampukan kita sehingga terhindar dari perbuatan salah.
- Menghindarkan perbuatan yang merugikan siapa pun (ayat 2). Dunia ini penuh dengan orang yang memikirkan keuntungannya sendiri sampai-sampai tega merugikan orang lain. Suami merugikan istri, istri merugikan suami; para pejabat merugikan rakyat; sehingga dunia ini penuh dengan orang yang mengeluh, karena merasa dirugikan. Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan, di mana pun kita berada, hendaknya kita berdoa agar jangan merugikan siapa pun melainkan menjadi berkat.
- Menghindarkan perbuatan untuk mencari untung dari orang lain (ayat 2). Dunia hari-hari ini sudah tidak mengenal batas-batas hak orang lain; setiap orang berpikir bagaimana agar haknya terpenuhi tanpa menyadari bahwa hak selalu diimbangi dengan kewajiban. Sebagai pelayan Tuhan janganlah kita mengambil sesuatu dari orang lain, janganlah kita merampas hak orang lain.
- Menghindarkan perbuatan yang menjatuhkan hukuman atas orang lain (ayat 3). Artinya selalu mencari kesalahan orang, selalu menghakimi orang. Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan, di mana pun kita berada, hendaknya kita terima kekurangan orang lain, hendaknya kita kuatkan orang lain, hendaknya kita bantu orang lain yang berkekurangan.
Sebagai pelayan-pelayan Tuhan, hendaknya kita menjadi orang yang menghindarkan perbuatan salah, menghindarkan perbuatan yang merugikan siapa pun, jangan mencari keuntungan dari siapa pun, dan hendaknya kita menghindarkan perbuatan yang menghakimi siapa pun; sebagai gantinya, hendaknya kita menjadi berkat di mana pun kita berada, sehingga hidup kita penuh dengan kemenangan-kemenangan yang luar biasa. Amin!


