Visi Tuhan Yesus
(Pembacaan Alkitab: Lukas 4:42-44)
Allah kita bukanlah Allah yang mengerjakan segala sesuatu secara kebetulan, dan Allah kita bukanlah Allah yang mengerjakan segala sesuatu secara mendadak. Allah kita adalah Allah yang mengerjakan segala sesuatu dengan rencana. Itu sebabnya setiap orang yang dipanggil-Nya, setiap orang yang dipilih-Nya, pasti la berikan visi, la berikan rencana, la berikan sasaran, la berikan garis akhir, sehingga kita tahu ke mana kita akan berlari, ke mana kita akan berjalan, sehingga kita juga tahu bagaimana kita harus tetap berpegang pada janji serta kehendak-Nya.
Sebagai Tuhan dan Raja, Yesus memberikan visi karena la adalah Allah yang menjadi sama dengan manusia, dan dalam keberadaan-Nya sebagai manusia, la mengosongkan diri dan meninggalkan keilahian-Nya, tapi la tetap berjalan dengan visi. Karena la mempunyai visi, la tahu apa yang harus dikerjakan.
Apa itu visi?
- Visi berarti mengerjakan apa yang Tuhan suruh, bukan apa yang manusia katakan. Visi berarti saya mendengar dari Tuhan, saya kerjakan apa yang Tuhan suruh, bukan apa yang manusia katakan. Dunia ini penuh dengan orang yang menjadi "penjilat," yang bersedia mengerjakan apa saja demi menyenangkan hati orang, sedangkan visi menjadikan kita mengerti apa yang Tuhan mau. Kita harus bertahan dengan apa yang Tuhan mau dan harus mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan.
- Visi diberikan untuk memberitakan Injil, bukan agar disukai orang. Sekarang ini banyak orang ingin disukai orang, ingin tampil seperti orang lain, meskipun ia tahu bahwa itu bertentangan dengan Firman, meskipun ia tahu bahwa itu bertentangan dengan iman Kristiani; tapi karena semua orang melakukannya, akhirnya itu juga yang ia lakukan. Kita hidup bukan agar disukai orang melainkan untuk menjadi berkat, untuk memberitakan Injil dan membawa terang bagi dunia ini.
- Visi menjangkau seluas-luasnya, bukan hanya di tempat-tempat yang menyenangkan atau diterima. Di tempat di mana Yesus berada la diterima oleh banyak orang, tapi Yesus tahu bahwa la datang bukan agar diterima orang, la juga harus berada di tempat di mana la ditolak, karena Injil harus diberitakan kepada semua orang. Alkitab mengatakan bahwa Allah itu Allah yang adil, yang mengasihi orang yang baik tetapi juga mengasihi orang yang menolak kebenaran.
Yesus mengasihi kita, Yesus memiliki visi yang jelas, karena itu hidup kita juga harus memiliki visi yang jelas. Masing-masing kita harus mengerjakan apa yang Tuhan suruh, bukan apa yang manusia katakan. Masing-masing kita harus memberitakan Injil, bukan agar disukai orang, dan hidup kita harus menjadi berkat serta menjangkau jiwa sebanyak-banyaknya. Amin!


