Anggur Baru Dan Kirbat Baru
Jan 10, 2023
(Pembacaan Alkitab: Lukas 5:33-39)
Yesus sering menggambarkan pengurapan dan kuasa Allah sebagai anggur baru, anggur yang menyegarkan dan menyejukkan, anggur yang memberikan kekuatan baru. Ia menggambarkan hidup kita sebagai kirbat, sebagai kantong yang menampung anggur, pengurapan dan kuasa Allah yang mengalir dalam hidup kita.
Apa artinya anggur yang baru harus disimpan di dalam kirbat yang baru atau "anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula?
- Anggur yang baru menggambarkan curahan kuasa Tuhan di dalam hidup kita. Allah kita adalah Allah yang serius, yang tidak main-main dengan anakanak-Nya. Ketika la memilih kita dan memanggil kita dan kegelapan, dan dosa, maka la menyucikan, melayakkan, membenarkan hidup kita, dan lebih dari itu la mencurahkan kuasa-Nya dalam hidup kita. Tapi Allah tidak akan mencurahkan kuasa-Nya dalam hidup seseorang yang belum berubah, karena jika Allah mencurahkan anggur yang baru ke dalam kirbat yang lama, maka kita akan menyalah-gunakan kuasa Allah yang ada dalam hidup kita. Allah sangat rindu mencurahkan kuasa dan kemuliaan-Nya ke dalam hidup kita, tapi persoalannya adalah, apakah hidup kita siap atau layak untuk menampungnya? Karena Allah tidak mau kuasa yang dipercayakan dalam hidup kita akhirnya kita gunakan sembarangan. Allah mau mencurahkan kuasa-Nya supaya lewat hidup kita. kemuliaan-Nya dinyatakan.
- Anggur baru berbicara tentang kegerakan yang Allah mau kerjakan melalui hidup kita. Setelah Allah memenuhi kita dengan kuasa-Nya, Allah mau berbuat sesuatu melalui kita bagi orang lain. Karena Allah mau hidup kita berarti maka Allah tidak mau hidup kita hanya sekadar diselamatkan, Allah tidak puas jika hidup kita sekadar diberkati dan menerima kuasa, Allah mau kita lebih dari itu, Allah mau hidup kita menjadi saksi, Allah mau lewat hidup kita, kegerakan Allah dapat terjadi dengan luar biasa, sehingga hidup kita berarti.
- Anggur baru menggambarkan kehangatan Allah yang senantiasa dapat kita alami dalam hidup kita. Allah kita adalah Allah yang penuh dengan kehangatan, sedangkan dunia ini adalah dunia yang dingin, karena dunia ini telah diikat dan dikendalikan oleh hawa nafsunya, dikendalikan oleh banyak masalah, dikuasai oleh keinginan-keinginan dosa, sehingga ketika kita mau melakukan sesuatu yang baik, sepertinya kita tidak ada semangat lagi, tidak ada kemampuan lagi, tidak ada kekuatan lagi. Tapi jika kehangatan kuasa Allah bekerja dalam hidup kita maka akan ada dorongan untuk mengasihi sesama dan mengasihi Tuhan dengan lebih lagi. Menghangatkan kita artinya memampukan kita dengan semangat yang menyala-nyala untuk hidup dalam kebenaran, kesucian, takut akan Tuhan, menjadi berkat bagi dunia ini serta memuliakan Tuhan.
Jika Tuhan siap mencurahkan anggur yang baru, kita juga harus menyiapkan kirbat yang baru, yaitu hidup yang baru, sehingga kita dapat berkata, "bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Amin!


