Arti Kebangkitan Yesus
(Pembacaan Alkitab: Yohanes 20:1-9)
Paskah artinya "Sudah lewat atau sudah dilewati."
- Paskah yang pertama adalah ketika Abraham diperintahkan mempersembahkan Ishak sebagai korban tapi ketika Abraham mau menyembelih Ishak tiba-tiba Allah mencegah dia, lalu Abraham memalingkan wajahnya dan melihat ternyata Allah telah menyediakan seekor domba jantan untuk disembelih sebagai korban menggantikan Ishak.
- Paskah yang kedua adalah ketika bangsa Israel masih diperbudak di Mesir, lalu Allah menurunkan sepuluh tulah agar mereka dapat dibawa ke luar dari Mesir. Tulah terakhir adalah kematian anak sulung. Jalan satu-satunya agar anak sulung tidak mati adalah dengan memercikkan darah anak domba jantan pada ambang atas pintu rumah setiap orang percaya, sehingga ketika malaikat maut lewat keluarga dalam rumah tersebut aman dan takkan ada kematian.
- Paskah yang ketiga adalah penggenapan dari semua Paskah, Puncak perayaan Paskah itu sendiri adalah ketika Yesus disalibkan dan mati karena dosa manusia, tapi pada hari ketiga la bangkit.
Situasi Paskah ketika Yesus mati disalibkan lalu bangkit pada hari ketiga tidaklah sama seperti sekarang; Paskah pada saat itu sangat berbeda dengan Paskah yang kita rayakan sekarang. Paskah yang sekarang kita rayakan dengan sorak-sorai dan sukacita, sedangkan Paskah yang dialami oleh murid-murid Yesus bukanlah dirayakan dengan sorak kemenangan dan sukacita melainkan sangat mencekam, karena mereka takut kalau-kalau mereka juga ditangkap dan dibunuh.
Dari peristiwa Paskah ini dapat kita ambil tiga pelajaran penting tentang apa artinya Yesus bangkit dari antara orang mati:
- Tidak ada satu pun kuasa yang dapat menghalangi Firman-Nya. Tidak ada yang dapat menghalangi janji Firman Tuhan dan tidak ada yang dapat menghalangi rencana Tuhan; entah kita mengerti atau tidak mengerti rencana Allah, Firman-Nya tetap akan terlaksana dengan baik; apa yang difirmankan oleh Allah pasti akan terjadi. Allah mengadakan mujizat tanpa perlu menunggu persetujuan kita, dan ketika Allah mengerjakan Firman-Nya, kita tidak perlu mengerti melainkan percaya saja, maka kita akan melihat mujizat-Nya terjadi dan janji Firman-Nya digenapi.
- Karya-Nya tidak berakhir dengan kematian. Sehebat-hebatnya manusia karyanya akan berakhir dengan kematian. Siapa pun kita, kematian adalah akhir dari karya hidup kita. Tapi karya pelayanan Yesus tidaklah berakhir dengan kematian melainkan Alkitab mengatakan bahwa la telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga. Setelah mati di kayu salib, Yesus tetap berkarya: ● la bangkit; artinya la mengalahkan kematian, padahal tidak ada satu pun kuasa yang dapat menghalangi kematian; ● la curahkan Roh Kudus atas kita, sehingga seberat apa pun masalah hidup kita, kita tidak pernah menjalaninya sendiri; ● la naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah; artinya la menyediakan tempat bagi kita dan menjadi Pembela kita.
- Kebangkitan perlu menjadi pengalaman pribadi dalam hidup kita. Paskah bukan saja perayaan umat Kristiani melainkan harus menjadi pengalaman pribadi setiap orang percaya. Dengan kebangkitan Kristus kita menerima anugerah: ● Dosa kita diampuni; ● Sorga menantikan kita; ● Berkat dan kemenangan disediakan bagi kita sementara kita berjalan di bumi menuju sorga.
Hidup Kristiani tak dapat dipisahkan dari anugerah. Kita ditebus dari dosa karena anugerah, kita diselamatkan karena anugerah, kita bisa kuat dan bertahan dalam iman di tengah tantangan dunia yang jahat karena anugerah, dan kelak kita hidup selamanya di sorga bersama Yesus juga karena anugerah-Nya yang luar biasa. Amin!


