Bersukacitalah
(Pembacaan Alkitab: Filipi 4:4-7)
Bersukacita bukanlah sekadar anjuran melainkan perintah Tuhan, karena Alkitab mengatakan, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" Ketika kita bersukacita, kita menjalani perintah Tuhan dan ketika kita tidak bersukacita, kita tidak menjalani perintah Tuhan. Dan selama kita menjalani perintah Tuhan, pasti ada kekuatan bagi kita untuk tetap bersukacita dalam segala perkara.
Ayat bacaan Kitab Suci hari ini ditulis oleh Paulus bukan dari belakang meja kerja, melainkan di dalam penjara. Dapat kita bayangkan bahwa Paulus sendiri sedang menghadapi masalah hidup yang berat, tapi ia dapat menyampaikan perintah Tuhan "Bersukacitalah!" Jadi sukacita bukanlah berasal dari luar melainkan dari dalam diri kita.
Lalu apa dong dasar untuk senantiasa bersukacita?
- Ketika kita memiliki pengetahuan yang benar. Seseorang dapat bersukacita dalam segala perkara ketika memiliki pengetahuan yang benar: 1. Bahwa Allah itu baik; 2. Bahwa Allah yang baik itu tidak pernah meninggalkan dan mengecewakan; 3. Bahwa Allah yang baik itu turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan; 4. Bahwa Allah yang baik itu memberikan kuasa kepada kita sehingga kita "tetap naik dan bukan turun, menjadi kepala dan bukan menjadi ekor."
- Ketika kita memiliki pengalaman dengan Tuhan. Tuhan bukanlah objek pelajaran melainkan pribadi yang perlu kita alami. Ayub mengatakan, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." Orang yang memiliki pengalaman dengan Tuhan takkan mudah goyah. Caranya? Ketika ada masalah, kita tetap bergantung kepada Tuhan. Demikianlah hendaknya setiap kita memiliki pengalaman dengan Tuhan.
- Ketika kita memiliki hati yang bersih. Yang menjadikan kita tidak dapat bersukacita adalah ketika kita mulai serakah, mulai sombong, mulai cemburu melihat orang lain; tapi ketika hati kita bersih, apa pun yang terjadi kita tetap berkata: "Tuhan tidak pernah meninggalkan aku." Karena itu sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, jagalah hati Saudara, karena "berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."
Ketika tujuan hidup kita jelas, kita takkan mudah bersungut-sungut, karena kita tahu tujuan hidup kita bukan untuk memperkaya diri, bukan untuk bersenang-senang di muka bumi. Ketika tujuan hidup kita jelas, hidup kita semakin hari semakin disempurnakan, kita semakin berpegang pada Firman Tuhan, dan kita akan tetap naik dan bukan turun, menjadi kepala dan bukan menjadi ekor. Haleluya!


