Jemaat Di Rumah
(Pembacaan Alkitab: Kolose 4:15-18)
Keluarga adalah lembaga terkecil ke mana Allah mau mencurahkan berkatNya, dan keluarga adalah embrio jemaat dan jemaat adalah embrio warga sorga. Jadi dimulai dari keluarga, lalu jemaat, kemudian warga sorga. Jadi posisi keluarga sangatlah menentukan; ketika keluarga penuh damai sejahtera, jemaat akan damai, dan otomatis kita akan menuju sorga dalam sukacita Allah. Sebaliknya, ketika keluarga berantakan kita takkan bisa menjadi jemaat yang damai dan akhirnya jangan berharap masuk sorga dengan sukacita. Itu sebabnya, saya percaya bahwa berkat Allah pertama-tama dicurahkan kepada keluarga.
Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan, jemaat di rumah bukanlah sekadar persekutuan doa, dan juga bukan sidang jemaat yang belum ada gedung gerejanya, melainkan ada beberapa hal yang mencirikan jemaat di rumah, antara lain:
- Selalu ada kehangatan kasih, di mana suami menjadi imam, istri menjadi pelayan, dan anak-anak serta orang-orang yang ada di rumah menjadi anggota jemaat. Untuk itu dalam rumah tersebut harus selalu ada kehangatan kasih, karena ketika yang ada hanyalah bentakan, caci-maki dan kekerasan, tidak mungkin terbentuk jemaat di rumah melainkan yang ada hanyalah kekecewaan.
- Selalu ada pujian kepada Allah. Artinya, dalam rumah kita janganlah sampai ada hal-hal yang justru menjauhkan kita dari Tuhan melainkan hendaklah dalam rumah kita selalu ada pujian kepada Allah. Kalau kita lihat dunia akhir-akhir ini, semakin hari semakin sekuler; media televisi selalu menayangkan kuasa-kuasa gelap, perdukunan-perdukunan, dan hal-hal negatif lainnya, sehingga kotak ajaib itu menjadi musuh keluarga kita. Sebagai hamba Allah saya mengajak kita semua, mari pastikan dalam rumah kita selalu ada pujian kepada Allah, berkumpul bersama, berdoa, mendengar lagu rohani, sehingga damai sejahtera Allah dicurahkan di rumahtangga Saudara.
- Selalu ada persediaan untuk orang yang membutuhkan. Artinya, selalu siap membantu yang sedang susah. Untuk itu, hendaklah kita menjadi orang yang terbuka terhadap siapa saja, menerima siapa saja.
- Selalu saling menghargai dan saling menghormati. Suami menghargai istri, istri menghargai suami, anak-anak menghormati orangtua, orangtua menghargai anak-anak.
Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan, kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan; hendaklah kita jadikan keluarga kita jemaat di rumah, yang saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain, maka dari rumahtangga kita akan terpancar berkat yang luar biasa dan keluarga kita sendiri akan mengalami kemenanganKemenangan yang luar biasa. Amin!


