Keperluan
(Pembacaan Alkitab: Filipi 4:10-20)
Setiap orang memiliki keperluan. Keperluan setiap orang berbeda-beda tapi satu janji Allah, bahwa la akan mencukupkan. Alkitab mengatakan, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" Dalam bacaan Kitab Suci hari ini Paulus mengatakan, "Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan." Dengan kata lain, entah dia sedang kelimpahan atau sedang kekurangan, Paulus belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Demikianlah yang penting dalam hidup kita. Seringkali kita mengeluh bukan karena kekurangan; kita mengeluh karena tidak belajar mencukupkan diri.
Dari bacaan Kitab Suci hari ini dapat kita pelajari bahwa:
- Setiap orang memiliki keperluan. Entah orang duniawi atau orang gereja, entah hamba Tuhan atau jemaat, setiap orang memiliki keperluan. Jadi janganlah kita selalu menuntut, bersungut-sungut, sedih, dan berkata: "Tuhan tidak menolongku." Persoalannya bukanlah apakah Saudara memiliki keperluan atau tidak, melainkan bagaimana Saudara bisa bersyukur di tengah-tengah masalah yang ada, dan bagaimana Saudara bisa mencukupkan diri, bagaimana Saudara bisa mengimani janji Tuhan.
- Janganlah kita berbuat dosa karena keperluan kita. Paulus mengatakan: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Janganlah karena keperluan, kita jadi menghalalkan segala cara, melainkan justru semakin mendekatkan diri dengan Tuhan.
- Keperluan orang percaya akan dicukupkan oleh Tuhan tepat pada waktunya. Ketika kita percaya dan hidup sesuai dengan iman kita, kita melangkah sesuai dengan kepastian Firman Tuhan, bahwa "barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan, tepat pada waktunya Allah akan mencukupkan segala keperluan kita sebagai orang percaya.
Mungkin saat ini Saudara sedang menghadapi banyak keperluan; sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, kita punya Allah yang peduli, yang akan mencukupkan segala keperluan kita. Pertanyaannya, maukah kita, di tengah segala keperluan kita, menyerahkan hidup kita kepada Tuhan? Maukah kita tetap berbuat yang sebaik mungkin dalam hidup kita, hingga segala keperluan kita dicukupkan oleh Tuhan? Ketika kita menjadikan Kristus yang paling utama, hidup menurut kehendak-Nya saja, maka kita akan melihat bahwa "Apa yang tidak pernah timbul di dalam hati kita: semua yang disediakan Allah untuk kita yang mengasihi Dla." Amin!


