Kerendahan Hati
(Pembacaan Alkitab: Filipi 2:1-11)
AIkitab mengatakan: "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Dari sini jelas bahwa Allah mencari orang yang rendah hati, orang yang mau merendahkan diri di hadapan-Nya. Sayangnya, kalau kita perhatikan, justru sekarang ini kerendahan hati bukan sesuatu yang populer; justru semua orang ingin bersaing, ingin populer, sampai-sampai akhirnya sombong, merasa diri paling baik. Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan, hendaklah kita yang percaya tetap hidup dalam panggilan Tuhan, hidup dalam kerendahan hati, karena orang yang merendahkan diri di hadapan Tuhan akan ditinggikan-Nya tepat pada waktunya.
Selama kita hidup rendah hati, banyak berkat luar biasa yang akan kita alami, antara lain:
- Kerendahan hati menjadikan kita semakin serupa Kristus. Saudara boleh dikaruniai suara yang indah untuk bernyanyi, tapi kalau Saudara tidak rendah hati, Saudara tidak hidup seperti Kristus. Alkitab mengatakan bahwa Kristus itu "menjadi sama dengan manusia...merendahkan diri-Nya..." Berarti kalau kita mau hidup seperti Kristus kita harus senantiasa hidup rendah hati.
- Kerendahan hati menjadikan kita berkat bagi orang lain. Orang boleh kagum terhadap Saudara, tapi ketika orang tahu kartu Saudara yang sesungguhnya, akankah mereka berkata, "Ternyata orangnya sombong"? Orang sombong takkan disukai, tapi orang yang rendah hati selalu menjadi berkat bagi orang lain.
- Kerendahan hati menjadikan kita rela berkorban. Terkadang rumahtangga ribut, orang-orang yang melayani tersinggung, kecewa, marah, karena tidak ada yang rela berkorban, tidak ada yang rela mengalah. Jadi hendaklah kita menjadi orang yang rela berkorban.
- Kerendahan hati menjadikan kita terus naik. Ketika kita senantiasa rendah hati, Allah yang akan mengangkat kita. Alkitab mengatakan, "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" tepat pada waktunya.
Pembaca yang dikasihi Tuhan, sebagai hamba Allah, saya mengajak kita semua, mari kita berkata, "Tuhan, entah aku sedang berhasil atau sedang gagal, aku mau tetap rendah hati, tetap mengandalkan Engkau, dan senantiasa hidup dalam tuntunan Roh Kudus"; maka Saudara akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup Saudara, dan mengalami kemenangan serta berkat yang luar biasa. Amin!


