Kesusahan
(Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 7:5-16)
Tidak seorang pun di muka bumi ini ingin susah; setiap orang pasti ingin hidup bahagia,ingin lari dari kesusahan, ingin menghindar dari kesusahan. Tapi padakenyataannya, seringkali tanpa disadan, mereka justru mengundang kesusahan lewatkarakter yang salah, hati yang ini, hati yang serakah.
Dalam ayat bacaan hari ini, Paulus mengingatkan bahwa ada kesusahan dari dalam dan ada kesusahan dari luar, tapi kesusahan janganlah dihindarkan. Paulus justru menegaskan bahwa kesusahan harus dihadapi, harus dilewati, karena justru dalam prosesnya dukacita mendatangkan sukacita karena pertobatan. Jadi melewati kesusahan selalu ada manfaat positif yang Tuhan sediakan. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita menghadapi kesusahan itu.
- Dengan ucapan syukur. Artinya, jangan kita menghadapi kesusahan dengan sungut-sungut; itu hanya akan menambah beban kita. Semakin Saudara menangisi beban Saudara, semakin Saudara bersungut-sungut karena persoalan Saudara, semakin masalah itu terasa berat; sebaliknya kalau kita tahu bersyukur, bahwa kita masih punya Tuhan, bahwa Tuhan pasti memberikan jalan ke luar, maka kita akan mendapatkan kekuatan.
- Dengan pemahaman yang benar tentang kasih Allah. Doa itulah yang memberikan kekuatan dan jalan ke luar. Jadi kita harus memiliki pemahaman yang benar. Yang menjadikan kita sering bersungut-sungut, sering kecewa, sering lemah, adalah karena kita tidak punya pemahaman yang benar. Oleh karena itu, kita harus kembali kepada Firman Tuhan. Paulus mengatakan, "Yang kukehendaki lalah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya."
- Kesusahan jangan dihindarkan melainkan ditanggapi dengan mengoreksi hidup. Alkitab mengatakan, "dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan," yaitu ketika kita menanggapi kesusahan dengan bertanya, "Ya Tuhan, apa yang masih kurang dalam hidupku? Apa yang tidak benar dalam hatiku?" Jadi justru masa-masa susah itulah saat yang tepat untuk kita mengoreksi hidup agar semakin hari semakin berkenan kepada Tuhan.
- Dengan semakin beriman kepada Kristus. Artinya, justru ketika menghadapi masa-masa yang sukar itulah kita kuatkan iman dan berkata, "Ya Tuhan, ini yang kupercaya: meskipun aku belum melihat, tapi aku tahu bahwa Engkau tidak pernah lalai menepati janji-Mu."
Pergumulan atau kesusahan apa pun yang Saudara hadapi saat ini, ingat, kita punya Tuhan yang hidup, yang akan mengubah kesusahan menjadi sukacita. Asalkan Saudara tetap bertahan dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan, maka Saudara akan mengalami kemenangan dan berjalan dalam mujizat, kuasa serta kemuliaan yang Tuhan berikan. Amin!


