Menghardik Setan
(Pembacaan Alkitab: Lukas 4:31-37)
Banyak orang menyebut dirinya orang percaya, menyebut dirinya anak Tuhan, menyebut dirinya orang beragama, tapi hidupnya tetap dikendalikan oleh setan. Yesus mati di kayu salib sebagai suatu proklamasi bahwa setan tidak lagi berkuasa atas hidup kita, karena Yesus sudah menghancurkan kuasa iblis di atas kayu salib lewat darah-Nya yang tertumpah. Setan senang membelenggu dan menghancurkan, karena untuk itulah ia datang, tapi ketika kita hidup bersama Yesus, kita bukan sekadar beragama melainkan juga dipenuhi dengan kuasa. Kuasa itulah yang Yesus pakai untuk menghardik setan. Yesus menggunakan otoritas-Nya untuk menghardik setan, Yesus tidak membiarkan setan membelenggu, Yesus tidak membiarkan setan menghancurkan pelayanan-Nya; la menggunakan otoritas-Nya dan mengatakan: "Diam! Tenanglah! Keluar!"
Sebagai pengikut Kristus, kita harus menyadari bahwa kita mempunyai kuasa untuk menghardik setan. Apa syaratnya agar kita dapat menghardik setan? Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita pelajari dari ayat-ayat bacaan Kitab Suci hari ini:
- Jika hidup kita benar. Yesus bergaul karib dengan Bapa. Alkitab mengatakan: "Pagipagi benar, waktu hari masih gelap, la bangun dan pergi ke luar; la pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." Yesus hidup benar, tidak ada keserakahan dalam diri-Nya, tidak ada kesombongan, keegoisan, tidak ada sikap mau menang sendiri; yang ada dalam hidup-Nya adalah kebenaran, kasih, selalu memberkati dan menolong banyak orang. Setiap orang percaya yang hidupnya benar, hatinya bersih, tidak menyimpan dendam, tidak menyimpan keserakahan dan hidupnya berkenan kepada Tuhan, orang-orang seperti itulah yang dapat mengusir setan dan merebut kemenangan dalam hidupnya.
- Jika kita mengenal Firman. Seringkali kita menyebut diri kita sebagai umat Kristiani tapi kita tidak mengenal Firman dengan benar. Kita tidak pernah mengenal Firman dengan benar karena kita tidak pernah membacanya, kita hanya mendengar kata orang tapi kita tidak pernah menggali sendiri secara khusus. Jika kita tidak mengenal Firman dengan benar maka iblis akan mempermainkan kita. Kalau kita tahu Firman, kita tidak akan dipermainkan oleh iblis; jika kita tahu Firman dengan benar, iman kita takkan diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran sesat.
- Jika kita konsisten dalam iman dan melawan iblis dengan iman yang teguh. Sampai kapan kita harus tetap berdoa, mengusir dan mematahkan kuasa kegelapan yang terus mengganggu hidup kita? Jawabannya adalah sampai iblis lari, karena doa, iman dan kepastian kita di dalam Kristus akan menjadikan iblis kehilangan kuasa.
Hidup di dalam Kristus bukanlah hanya beragama, melainkan hidup dalam kuasa. Orang percaya yang hidup dalam kuasa adalah orang yang hidupnya benar, mengenal dan hidup di dalam Firman dengan benar dan tetap konsisten dalam iman. Amin!


