Pencemaran Rohani Dan Jasmani
(Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 6:11-18; 7:1)
Pencemaran bukanlah sekadar polusi udara, bukan sekedar di lingkungan; tahukah Saudara bahwa rohani dan jasmani kita pun bisa tercemar oleh dosa, oleh keinginan-keinginan daging, bahkan oleh segala bujuk rayu dunia ini? Karena itulah kita perlu membersihkan hidup kita dengan Firman, karena Alkitab mengatakan, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
Dalam ayat bacaan hari ini, dengan tegas Paulus mengatakan, "Marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani." Pertanyaannya adalah, bagaimana caranya?
- Kita harus terang-terangan. Artinya tidak boleh ada sesuatu yang kita sembunyikan. Persoalanya, terkadang kita menyembunyikan sesuatu dan berpikir bahwa dosa tersebut orang lain tidak boleh tahu. Mungkin dosa tersebut ada dalam pikiran kita sendiri, atau mungkin dosa itu ada dalam kumpulan atau kelompok kita, sehingga kita tidak terus terang. Hidup Kristiani adalah hidup yang terus terang, hidup yang terbuka. Paulus mengatakan, "Kamu adalah surat Kristus" yang dapat dibaca oleh semua orang. Itulah hidup Kristiani yang sebenarnya, yaitu hidup yang terbuka, hidup yang terus terang.
- Kita harus membuka hati selebar-lebarnya bagi Firman. Terkadang kita membuka hati lebar-lebar bagi hal yang mengecewakan, bagi hal yang menyakitkan, sehingga hidup kita semakin hari semakin lemah. Padahal Alkitab menegaskan bahwa kita harus membuka hati lebar-lebar bagi Firman; biarkan Firman mengisi hidup kita sehingga kita diingatkan bahwa walaupun manusia mereka-rekakan yang jahat tapi Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan kita.
- Jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang. Perlu kita ketahui, masalah keseimbangan bukanlah hanya soal pacaran atau pasangan hidup melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari kita harus seimbang. Artinya, ada waktunya kita bekerja tapi ada juga waktunya kita berdoa. Jadi harus seimbang antara jasmani dengan rohani.
- Pisahkan diri dari segala sesuatu yang salah. Kalau kita tahu sesuatu salah, kita harus berani mengatakan "Tidak," karena hidup Kristiani adalah hidup yang tegas, yang tidak kompromi terhadap dosa.
Sebagai hamba Allah, saya mau ingatkan, bahwa Allah mau berbuat sesuatu bagi kita, Allah mau melakukan perkara-perkara besar bagi kita, dan Allah mau berada di tengah-tengah kita, tapi kita harus menyucikan diri dari pencemaran jasmani dan rohani, karena ketika kita menyucikan diri dari pencemaran jasmani dan rohani, kita akan berjalan dalam kebenaran, kemenangan, dan kemuliaan Allah yang luar biasa. Amin!


