April 2023 Hidup Kudus Percaya Yesus Kristus Kolose Damai Sejahtera Menang Setiap Hari

Siapa Kita

Apr 15, 2023

(Pembacaan Alkitab: Kolose 1:1-2)

Berbicara tentang siapa kita, jawabannya bisa berbeda-beda; ada yang akan berkata, "Saya insinyur," "Saya orang Sumatra, bahkan "Saya umat Kristiani." Jadi masing-masing punya persepsi sendiri. Tapi Yesus mengatakan, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, tetapi Aku menyebut kamu sahabat." Selain kawan sekerja Allah, anak-anak Allah, kita juga diakui-Nya sebagai sahabat dekat yang senantiasa bersama Dia.


Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan, dalam bacaan Kitab Suci hari ini, Paulus menjelaskan siapa kita:

  1. Orang-orang yang dikuduskan. Paulus mau ingatkan kepada jemaat di Kolose, bahwa mereka boleh saja menghadapi pengaruh-pengaruh asing, mereka boleh saja menghadapi tekanan-tekanan banyak orang, tapi mereka tidak boleh lupa bahwa mereka bukan orang biasa, melainkan orang yang telah dikuduskan oleh Kristus. Itu juga yang sering kita lupa; yang kita ingat hanya beratnya masalah dan tekanan yang kita hadapi. Sebagai hamba Allah saya mau ingatkan, kita harus ingat siapa kita sebenarnya; kita adalah orang yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus, kita adalah orang yang sudah dibeli dengan harga yang mahal, kita adalah orang yang telah diselamatkan oleh Kristus. Kalau pun kita menghadapi tantangan, kita imani penyertaan dan perlindungan Tuhan sehingga kita tidak akan mudah goyah dalam hidup kita.
  2. Orang-orang yang percaya dalam Kristus. Setelah dikuduskan, kita harus percaya. Paulus mau ingatkan bahwa percaya bukan hanya satu kali kemudian tidak percaya lagi; hidup Kristiani tidak bisa seperti itu. Sekali Saudara percaya kepada Kristus, itu adalah komitmen, bahwa sekali kita percaya maka Kristus memeteraikan hidup kita dan untuk selama-lamanya kita hidup dalam kemenangan. Kalau kita percaya, mengapa kita harus takut? Boleh saja segala sesuatunya menakutkan tapi kita tetap memandang ke atas dan berkata, "Tuhan aku hidup bukan karena melihat melainkan karena percaya."
  3. Orang-orang yang menerima kasih karunia dan damai sejahtera. Artinya bukan tidak ada masalah melainkan di tengah masalah yang ada, karena kepercayaan kita kepada Kristus, karena penyertaan Kristus yang luar biasa, maka kita ingat bahwa ada kasih karunia yang akan dicurahkan kepada kita tepat pada waktunya dan ada damai sejahtera.


Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan, janganlah hidup dengan iri dan benci; itu hanya menambah beban hidup Saudara. Mari kita terima kasih karunia Allah, hidup dalam damai sejahtera, maka Saudara akan lebih sabar menghadapi apa pun; Saudari akan menjadi istri yang jauh lebih tenang, Saudara akan menjadi suami yang lebih mampu menguasai diri, Saudara akan menjadi orang percaya yang jauh lebih bijaksana, dan lewat hidup Saudara banyak orang akan diberkati dan Saudara sendiri akan selalu mengalami kemenangan yang luar biasa. Amin!