Anak Allah Menang Setiap Hari Januari 2023

Tugas Sebagai Anak Allah

Jan 04, 2023

(Pembacaan Alkitab: Lukas 4:38-41)

Menjadi anak Allah memberikan sukacita tersendiri, memberikan kebanggaan, karena Allah menebus kita lewat darah anak-Nya, Yesus Kristus, lalu Allah mengangkat kita, menyempurnakan kita, melayakkan kita dan akhirnya kita disebut sebagai anak-anak Allah. Tapi menjadi anak itu apakah sekadar menerima? Menjadi anak tentu bukan sekadar menerima, bukan sekadar mendapatkan hal-hal yang baik, melainkan juga memiliki tugas.


Apa tugas dan tanggung jawab kita sebagai anak-anak Allah?


  1. Berada di rumah ibadah (ayat 38). Artinya berada dekat dengan Tuhan. Jangan sampai kita disebut anak Allah tetapi ke gereja saja tidak pernah. Jangan bangga dan mengatakan "Aku anak Allah" tapi hidup kita tidak dekat dengan Allah, karena kebahagiaan seorang anak terwujud justru ketika ia dekat dengan Bapa.
  2. Menolong orang yang membutuhkan pertolongan (ayat 38). Untuk semua kebutuhan kita ada Tuhan yang mencukupinya tapi bagi kebutuhan dunia ini, Tuhan menempatkan kita di tengahnya untuk menjadi berkat. Pengakuan kita adalah meragukan jika kita berkata "Aku anak Allah" tapi kita sendiri tidak pernah tertarik untuk menolong orang lain. Pertolongan tidak harus selalu dalam bentuk uang atau materi, melainkan juga memberikan kasih, mengulurkan tangan, memberikan perhatian, membantu memikirkan dan mendoakan juga merupakan bentuk pertolongan yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
  3. Menyembuhkan yang sakit (ayat 39-40). Menyembuhkan yang sakit artinya di manapun kita berada, kita mendoakan yang sakit, bukan hanya sakit fisik melainkan juga mungkin sakit hati, sakit rohani, sakit jiwa, atau rumahtangganya sakit, ekonomi dan keuangannya sakit, dan masih banyak lagi bentuk sakit penyakit yang dialami oleh manusia. Di mana pun kita berada, tugas kita sebagai orang percaya adalah menyembuhkan yang sakit, yaitu menjadi berkat, menjadi terang dan garam.
  4. Mengusir setan (ayat 41). Lewat kuasa Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, kita berani berkata: "Dalam nama Yesus, hai setan-setan, lepaskan tanganmu dari keluargaku, lepaskan tanganmu dari orang-orang yang ada di sekitarku, dan biarlah lewat hidupku terang Kristus boleh memancar dan kegelapan menyingkir." Setan tidak berkuasa atas diri orang percaya, karena "Roh yang ada di dalam kita, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."


Seorang anak Tuhan yang baik pasti ingin selalu dekat dengan Bapanya untuk menerima kekuatan, damai sejahtera, menerima petunjuk dan tuntunan, karena seorang yang dekat dengan Tuhan akan mengerti apa yang Tuhan mau, mengerti apa yang Allah sediakan baginya, dan mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Amin!